26/12/08

Antioksidan



Di era industri seperti saat ini, meningkatnnya polusi dan pencemaran di lingkungan kita, berdampak negatif pada kesehatan yang diakibatkan oleh banyaknya "RADIKAL BEBAS" dalam polutan yang ada.

Radikal bebas merupakan molekul yang kehilangan elektron, sehingga molekul tersebut akan berusaha menetralisir dirinya. Pada saat radikal bebas ini beredar dalam tubuh, molekul tersebut akan mencuri elektron dari sel-sel dalam tubuh. Hal ini menyebabkan ketidak seimbangan elektron pada sel tubuh yang semula sehat. Perubahan susunan elektron pada sel tubuh akan mempengaruhi rangkaian rantai elektron dan menimbulkan kerusakan pada ratusan molekul yang masih sehat.

Radikal bebas menyerang struktur tubuh mengakibatkan penyakit:
  1. Kanker
  2. Artheriosklerosis
  3. Rheumatoid Arthritis
  4. Diabetes
  5. Kelahiran Prematur
  6. Kerusakan Liver
  7. Penyakit Pernapasan
  8. Gangguan Saraf
  9. Penyakit Kronis yang lain
Madu, Royal Jelly, Propolis dan Pollen adalah produk yang sangat kaya "ANTIOKSIDAN". Hal ini seakan-akan menegaskan kenapa produk perlebahan tercantum dalam kitab-kitab suci dan kita dianjurkan untuk mengkonsumsinya secara rutin.

Berikut kami sertakan beberapa hasil penelitian para ahli mengenai keefektifan produk perlebahan sebagai antioksidan:
  1. National Centre for Scientific Research, Clinical Biochemistry Department Playa, La Habana, Cuba: "Dalam penelitian didapatkan bahwa antioksidan dari propolis dapat melawan radikal bebas seperti alkoxy radicals dan superoxide".
  2. Antioxidant activity of propolis: role of caffeic acid phenethyl ester and galangin, Source: Fitoterapia, 73 Suppl 1 (): S21-9-2002: "Propolis, produk alami yang dihasilkan lebah telah digunakan sejak ribuan tahun yang lalu untuk berbagai tujuan pengobatan. Ekstraknya mengandung asam amino, phenolic acids, phenolic acid esters, flavonoids, cinnamic acid, terpenes and caffeic acid. Berfungsi sebagai anti peradangan, merangsang imunitas, antivirus dan antibakteri. Dalam hal ini aktifitas antioksidan dari ekstrak propolis berupa caffeic acid phenethyl ester (CAPE) dan galangin Propolis extract menunjukkan hambatan pada radikal bebas xanthine oxidase, Free Radic Res, 36(6): 711-6-2002
  3. "Beberapa caffeic acid esters yang diisolasi dari propolis menunjukkan efek hambatan sebagai antioksidan didapatkan juga bahwa caffeic acid anilides and caffeic acid dopamine amide menunjukkan aktifitas antioxidan". Dalam jurnal medis Amerika yang berjudul Evaluation of antilipid peroxadative action of propolis ethanol extract Source Phytoher Res, 16(4): 340-7-2002
  4. Didapatkan bahwa ekstrak propolis ethanol bersifat antilipid peroxidative meskipun dengan dosis rendah. Dalam American Journal medic Effect of caffeic acid phenethyl ester, (CAPE) an antioxidant from propolis, on inducing apoptosis in human leukemic HL-60 cells. Source: J Agric Food Chem, 49(11): 5615-9-2001. Didapatkan bahwa (CAPE) acid esters yang diisolasi dari propolis mengaktifkan apoptosis human leukemic HL-60 cells.
  5. Dalam American Journal medic Anti-genotoxicity of galanginas a cancer chemopreventive agent candidate. Mutat Res, 488(2): 135-50-2001, didapatkan bahwa galangin mempunyai kemampuan dalam menghambat perkembangan sel kanker.
Dari kandungan antioksidan yang ada dalam produk perlebahan HIGH DESERT maka tidak mengherankan bila khasiat produk HD sangat luar biasa. Mengingat kebiasaan banyak orang yang mengkonsumsi Vitamin C dosis tinggi dengan mengharapkan perlindungan dari antioksidan tetapi banyak disertai dengan keluhan nyeri lambung dan gastritis (sakit maag), maka produk perlebahan dapat dijadikan alternatif pengganti. Apalagi mengingat produk perlebahan seperti Pollen dan Propolis tidak mempunyai efek samping

Tidak ada komentar: